Minggu, 13 November 2011

beberapa jenis burung kicau


kumpulan burung di indonesia


Falco moluccensis
Alap alap sapi
distributionMap
Berukuran kecil (30 cm), duduk tegak, berwarna coklat gelap. Jantan: mahkota dan tubuh bagian atas coklat kekuningan, bergaris dan berbintik hitam tebal, tubuh bagian bawah kuning suram, bercoret hitam tebal. Ekornya abu-abu kebiruan dengan ujung putih dan garis lebar hitam pada bagian subterminal. Betina: ukuran lebih besar, dengan garis tebal pada ekor. Remaja: mirip dewasa, tetapi berwarna lebih pucat dan ekor coklat dengan garis-garis gelap.
Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan dengan ujung hitam dan sera kuning, tungkai dan kaki kuning.

Tercatat di Lereng selatan dengan jumlah terbanyak samapi 4 ekor : Turgo, Ganduman, Bebeng. Tengger di ranting kering, lalu berburu tikus di kawasan petak 3 Merapi.


  1. 3. Anis Merah
Zoothera citrina
anis merah
distributionMap
Burung cacing berukuran sedang (21 cm), berkepala jingga. Burung dewasa : kepala, tengkuk, dan tubuh bawah jingga terang, tungging putih, tubuh atas abu-abu kebiruan dengan gais putih di sayap atas. Jantan dan betina sama di wilayah kita. BUrung muda bercoret dan bersisik di punggung.
Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat.
Catatan di Merapi sangat sedikit, pernah tercatat di daerah telogo putri. Warga Kinahrejo pernah melaporkan sarangnya berada di dekat kebun kopi mereka. Keberadaannya lebih cenderung ke dekat pemukiman, seperti di daerah Turi (selatan bukit Turgo) bersarang di kebun salak.
  1. 4. Ayam-hutan Hijau
Gallus varius
Ayam hutan hijau
distributionMap
Berukuran besar (jantan 60 cm, betina 42 cm), berwarna hitam kehijauan. Mirip Ayam hutan merah, tetapi jengger tidak seperti gerjaji dan corak warna agak keunguan. Tengkuk, leher, dan mantel hijau berkilau. Penutup ekor berwarna emas, bulu tengkuk hijau mengkilap, bulu-bulu sayap terbang hitam, tubuh bagian bawah hitam. Betina: coklat kuning kebo, dengan garis-garis tidak beraturan dan bintik-bintik hitam.
Iris merah, paruh abu-abu putih susu, kaki kemerahjambuan.
Di lereng selatan sering terdengar suaranya di atas Bebeng, pernah juga ditemui disini. Lalu di sebelah selatan Bebeng dekat pemukiman.
  1. 5. Bentet kelabu
Lanius sachach

Bentet kelabu
distributionMap
Berukuran agak besar (25 cm), berwarna hitam, coklat, dan putih, berekor panjang. Dewasa: dahi, topeng, dan ekor hitam, sayap hitam dengan bintik putih, mahkota dan tengkuk abu-abu atau abu-abu hitam; punggung, tunggir, dan sisi tubuh coklat kemerahan; dagu, tenggorokan, dada, dan perut tengah putih. Luas warna hitam pada kepala dan punggung bervariasi, tergantung pada ras, individu, dan umur. Remaja: lebih suram dengan garis pada sisi tubuh dan punggung, kepala dan tengkuk lebih abu-abu.
Sebaran burung ini sangat luas di lereng selatan Merapi. Sering dijumpai hampir di setiap jalur. Burung pemakan serangga ini juga sering dijumpai di kebun warga Ndeles, Klaten.
  1. 6. Betet Biasa
Psittacula alexandri
Betet biasa
distributionMap
Burung berukuran sedang ( 34 cm), berwarna-warni dengan dada merah jambu yang khas. Dewasa : Mahkota dan pipi abu-abu-ungu dengan kekang hitam, tengkuk, punggung, sayap dan ekor hijau. Kumis hitam jelas, dada merah jambu, paha dan perut hijau pucat. Burung Muda; Kepala coklat-kuning tua, kumis hitam kurang jelas. Iris kuning, paruh merah dan kaki abu-abu.

Tersebar luas di lereng selatan Merapi. Sering ditemui terbang berkelompok memakan buah pinus dan damar juga bunga-bunga dadap. Bersarang di lubang-lubang dadap seperti burung pelatuk dan takur
  1. 7. Bondol haji
Lonchura maja
bondol haji
distributionMap
Bondol agak kecil (11 cm), berwarna coklat, berkepala putih. Mirip L. ferruginosa. Perbedaannya: lebih coklat muda, seluruh kepala dan tenggorokan putih. Burung muda: bagian tubuh atas coklat, tubuh bagian bawah dan muka kuning tua.
Iris coklat, paruh abu-abukebiruan, kaki biru pucat.

Catatan di Merapi sedikit sekali, kemungkinan lebih banyak ditemui di dekat pemukiman.
  1. 8. Bondol-hijau binglis
Erythrura prasina
Bondol hijau binglis
distributionMap
Berukuran kecil (15 cm termasuk ekor jantan yang memanjang), berwarna hijau dengan ekor panjang sekali. Jantan: muka berwarna biru; tubuh bagian atas hijau; bagian bawah merah agak merah jambu; tunggir dan ekor panjang warna merah. Betina: kepala agak hijau dan ekor yang lebih pendek. remaja tungging coklat. Iris merah, paruh abu-abu, kepala merah.

Beberapa kali teramati di kawasan lereng selatan. Satu kali catatan tentang sarang di Plawangan. Di lereng selatan di Plawangan dan Ganduman
  1. 9. Bondol Jawa
Lonchura leucogastroides
Bondol Jawa
distributionMap
Bondol agak kecil (11 cm), berwarna hitam, coklat, dan putih, bertubuh bulat. Tubuh bagian atas coklat tanpa coretan, muka dan dada atas hitam; sisi perut dan sisi tubuh putih, ekor bawah coklat tua. Perbedaannya dengan Bondol perut-putih: tanpa coretan pucat pada punggung dan sapuan kekuningan pada ekor, pinggiran bersih antara dada hitam dan perut putih, sisi tubuh putih (bukan coklat).
Iris coklat, paruh atas gelap, paruh bawah biru, kaki keabu-abuan.

Sering dijumpai di kawasan lereng selatan, bahkan sampai jalur Ndeles, Klaten. Menyukai daerah yang menyediakan rerumputan ilalang.
  1. 10. Bondol Peking
Lonchura punculata
Bondol peking

distributionMap
Bondol agak kecil (11cm), berwarna coklat. Tubuh bagian atas coklat bercoretan, dengan tangkai bulu putih, tenggorokkan coklat kemerahan. Tubuh bagian bawah putih, bersisik coklat pada dada dan sisi tubuh. Remaja : tubuh bagian baawah kuning tua tanpa sisik. Iris coklat, paruh abu-abu kebiruan, kaki hitam abu-abu.

Sering dijumpai di kawasan lereng selatan, bahkan sampai jalur Ndeles, Klaten. Menyukai daerah yang menyediakan rerumputan ilalang. Dijumpai di Kinahrejo, Kaliurang, Alas tekek, Pethit opak, Bebeng, Klangon bahkan di Turgo. Terbang berkelompok mencari biji-biji rumput ataupun akasia.
  1. 11. Bubut besar, Greater Coucal
Centropus sinensis
Bubut besar
distributionMap
Berukuran besar (52 cm), berekor panjang. Bulu seluruhnya hitam, kecuali
sayap, mantel, dan bulu penutup sayap berwarna coklat berangan jelas. Burung
di Kangean: tampak coklat pucat dengan sayap merah karat. Iris merah, paruh
dan kaki hitam.
Sering terdengar suaranya di Ganduman, Plawangan dan Pethut Opak, jarang terlihat. Pernah sekali ditemui di daerah Pos 1 jalur pendakian Kinahrejo.
  1. 12. Brinji gunung
Iole virescens
Brinji gunung
distributionMap
Berukuran sedang (20 cm), , buram dengan tubuh bagian bawah burik, mempunyai jambul kecil. Mahkota abu-abu : punggung, sayap, dan ekor zaitun kehijauan (Jawa) atau zaitun kecoklatan (Sumatera) ; pipi, tenggorokan, dada, dan sisi lambung abu-abu kehijauan penuh burik putih kekuningan; tungging putih kekuningan. Burung di Jawa lebih hijau dibandingkan dengan yang ada di Sumatera.
Iris merah, paruh hitam,kaki abu-abu biru.

Bersembunyi pada vegetasi-vegetasi heterogen yang rapat di Plawangan, Ganduman dan Alas tekek. Lalu teramati di kawasan Telogo putri di antara pohon-pohon rotan kecil
  1. 13. Madu Gunung
Aethopyga eximia
Madu gunung

distributionMap
Berukuran sedang (13 cm termasuk ekor panjang pada jantan), berwarna-warni. Jantan dewasa : Mahkota dan garis tenggorokan sempit biru-ungu mengkilap; tenggorokan dan dada atas merah; punggung dan sayap berwarna zaitun, tunggir kuning, ekor hijau kebiruan panjang, ada berkas bulu putih pada sisi tubuh. Betina: tubuh bagian atas berwarna zaitun suram, tubuh bagian bawah hijau-zaitun tua dengan sisi putih, ekor lebih pendek. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tersebar di Lereng selatan dari Turgo sampai Ndeles. Bersarang menggunakan lumut-lumut jenggot di Tuk pitu, Kinahrejo bulan Mei tahun 2009
  1. 14. Madu Jawa
Aethopyga mystacalis
Madu jawa
distributionMap
Berukuran kecail (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwana merah terang (jantan). Jantan : mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengkilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir merah muda, sayap berwarna zaitun, perut abu-abu muda. Perbedaannya dengan burung-madu sepah-raja : dahi merah, eor lebih panjang, dan perut putih. Betina : sangat kecil warna abu-abu-zaitun buram. Ciri khasnya : sapuan merah pada sayap dan ekor.
Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat.
Sangat jarang ditemui, pernah di laporkan di kawasan Argomulyo, Magelang ( lereng barat Merapi) dan juga di Kinahrejo.
  1. 15. Madu Sriganti
Nectarinia jugularis
Madu sriganti
Berukuran kecil (10 cm), berperut kuning teang. Jantan dagu dan dada hitam-ungu metalik, punggung hijau-zaitun. Betina: tanpa warna hitam, tubuh bagian atas hijau zaitun, tubuh bagian bawah kuning, alis biasanya kuning muda.
Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.
Lebih sering berada diantara pemukiman daripada di hutan Merapi. Memakan nektar bunga sepatu dan dadap.
  1. 16. Cabai Gunung
Dicaeum sanguinolentum
Cabai gunung

Berukuran sangat kecil (8 cm), berwarna-warni. Jantan dewasa : tubuh bagian atas biru tua, perut dan tenggorokan kuning tua, dada merah padam dibatasi garis hitam yang tidak rapih. Betina: tubuh bagian atas coklat zaitun buram dengan tunggir merah padam, tubuh bagian bawah kuning tua bercoret zaitun. Iris biru atau coklat, paruh hitam kaki abu-abu tua.

Sering dijumpai di lereng selatan Merapi, hidup dalam pasangan jantan-betina. Pernah tercatat di Turgo, Plawangan, Telogo Putri, Kinahrejo bahkan di dekat vila-vila Kaliurang.
  1. 17. Cabai Jawa
Diacaeum trochileum
Cabai jawa
Berukuran sangat kecil (8 cm), berwarna hitam dan merah padam. Jantan dewasa: kepala, punggung, tunggir, dan dada merah padam atau agak kejinggaan; sayap dan ujung ekor hitam, perut putih keabu-abuan, ada bercak putih pada lengkung sayap. Betina: tunggir merah, tubuh bagian atas lainnya oklat, tersapu merah pada kepala dan mantel, tubuh bagian bawah putih buram. Remaja: tubuh bagian atas coklat kehijauan, ada bercak jingga pada tunggir.
Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tercatat di Telogo Nirmolo dan Telogo Putri, kemudian di dekat pemukiman

  1. 18. Caladi ulam
Dendrocopos macei
Caladi ulam

Berukuran agak kecil (18 cm), berwarna hitam dan putih, bergaris-garis. Mahkota jantan: merah, betina: hitam. Sisi muka putih dengan setrip malar dan kerah hitam. Tubuh bagian atas bergaris-garis hitam dan putih. Tubuh bagian bawah kuning tua dengan coretan hitam, penutup ekor bawah merah.

Pemakan serangga yang tersebar luas di kawasan lereng selatan. Membuat lubang sarang pada pohon-pohon dadap kering. Pengamat burung pemula sering mengidentifikasinya sebagai Caladi tilik karena ukuran dan perilakunya yang hampir sama.
  1. 19. Cekakak Jawa
Halcyon cyanoventris
Cekakak jawa
Berukuran sedang (25 cm), berwarna sangat gelap. Dewasa: kepala coklat tua, tenggorokan dan kerah coklat. Perut dan punggungnya biru ungu, penutup sayap hitam, bulu terbang biru terang. Bercak putih pada sayap terlihat sewaktu terbang. Remaja: tenggorokan keputih-putihan.
Tersebar cukup luas di lereng selatan dan Ndeles. Sensitif dengan kehadiran pengamat burung, sering mencari serangga dengan terlebih dulu tengger lalu menyambar serangga di rerumputan.
  1. 20. Cekakak sungai
Todirhamphus chloris
Cekakak sungai
distributionMap
Berukuran sedang (24 cm), berwarna biru dan putih. Mahkota, sayap, punggung, dan ekor biru kehijauan berkilau terang, ada setrip hitam melewati mata. Kekang putih, kerah dan tubuh bagian bawah putih bersih (membedakannya dengan Cekakak suci yang kotor).
Iris coklat, paruh atas abu tua, paruh bawah berwarna lebih pucat, kaki abu-abu.

Di lereng selatan sering terlihat di kawasan Gardu pandang sungai Boyong. Suaranya yang khas dan keras sangat jelas membedakannya dengan Cekakak Jawa
  1. 21. Cica-daun Sayap Biru
Chloropsis ochinchinensis
Cica daun sayap biru
Berukuran sedang (17 cm), berwarna terang dengan sayap biru dan tenggorokan hitam (jantan),. Perbedaannya dengan burung Cica-daun lain yaitu sayap dan sisi ekornya biru. Betina tidak mempunyai lingkar mata kuning. Jantan mempunyai lingkaran kekuningan di sekitar bercak tenggorokannya yang hitam. Kedua jenis kelamin mempunyai setrip malar biru. Beberapa ras bervariasi. Bettina ras Kinabalu flavocincta mempunyai tenggorokan berhitam dedangkan ras yang lain berwarna hijau. Jantan Kalimantan flavocincta dan viridinucha mempunyai dahi kuning. Jantan ras Jawa nigricollis mempunyai mahkota hijau tetapu dada bagian atas kuning keemasan. Ras Sumatera icterocephala mempunyai mahkota dan tengkuk kuning. Semuanya bersayap lebih biru dibandingkan dengan Cica-caun dahi-emas.
Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu kebiruan.

Merupakan jenis pemakan serangga yang terdapat di Telogo Nirmolo, Plawangan dan Kinahrejo. Berburu bersama jenis-jenis lain seperti sepah, cikrak dan Gelatik batu kelabu.
  1. 22. Cica Kopi Melayu
Pomatorhinus montanus
Cica kopi melayu

Burung pengoceh berukuran sedang (20 cm), dengan punggung merah karat, ekor panjang dengan alis mata putih mencolok dan paruh panjang melengkung ke bawah berwarna kuning atau warna tanduk. Mahkota hitam keabu-abuan, alis mata putih; punggung berwarna coklat berangan; sayap dan ekor coklat; dagu, tenggorokan, dada dan perut atas putih; sisi lambung dan penutup ekor bawah berwarna merah karat. Iris kuning; paruh kuning atau warna tanduk dengan pangkal hitam; kaki abu-abu.
Burung semak yang suka bersembunyi di rerimbunan semak dan pohon-pohon rotan, sangat sensitif dengan kehadiran pengamat burung. Pernah dijumpai di Plawangan, Telogo Nirmolo, Telogo putri, Ganduman dan Alas tekek
  1. 23. Cica Koreng Jawa
Megalurus palustris
Cica koreng jawa

Berukuran besar (26 cm), berwarna coklat. Ada coretan hitam tebal pada punggung, alis mata kuning tua, ekor sangat memanjang dan menajam. Tubuh bagian atas coklat kemerahan terang, ada coretan hitam pada punggung dan penutup sayap. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, ada coretan kehitaman sempit pada dada, tersapu merah karat pada sisi tubuh dan penutup ekor bawah. Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahjambuan, kaki merah jambu.
Burung yang sering mengeluarkan suara keras yang khas. Bertengger di puncak semak-semak sambil mengeluarkan suara keras. Terdapat di Turgo, Plawangan, Alas tekek, Kinahrejo, Kalikuning (Watu kemloso) dan Ndeles Klaten. Lebih sering berada di ladang-ladang di Ndeles.
  1. 24. Cikrak daun
Phylloscopus trivirgatus
cikrak daun

Berukuran agak kecil (11 cm), berwarna kuning dan hijau. Strip mahkota tengah dan alis mata kekuningan mencolok. Tubuh bagian atas kehijauan tanpa garis pada sayap. Tubuh bagian bawah kekuningan khas. Ras yang terbatas di gunung Kinabalu: lebih abu-abu dan kurang kuning. Iris hampir hitam, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahan, kaki keabu-abuan.

Burung pemakan serangga yang sering bersama-sama burung kacamata mencari ulat-ulat. Gerakannya yang sangat aktif lompat sana-lompat sini membuat burung ini sulit di foto. Sering terlewatkan karena bercampur dengan rombonganburung Kacamata.
  1. 25. Cinenen Kelabu
Orthotomus ruficeps
Cinenen kelabu

Berukuran kecil (11 cm), berwarna abu-abu, berkepala merah karat. Jantan: mahkota, dagu, kerongkongan, dan pipi merah karat, bulu yang lain abu-abu, perut putih. Betina: kepala tidak semerah jantan, pipi dan kerongkongan atas putih.
Iris coklat kemerahan, paruh coklat, kaki merah jambu.
Sering terdengar daripada terlihat di lereng selatan. Terdengar di Kinahrejo, Telogo nirmolo, Telogo Putri dan Alas tekek. Lebih mendekat ke arah pemukiman penduduk.
  1. 26. Cinenen pisang
Orthotomus sutorius
Cinenen pisang
Berukuran kecil (10 cm). Mahkota merah karat, perut putih, ekor panjang dan sering ditegakkan. Dahi dan mahkota merah karat, alis kekuningtuaan, kekang dan sisi kepala keputih-putihan, tengkuk keabu-abuan. Pungung, sayap, dan ekor hijau-zaitun. Tubuh bagian bawah putih dengan sisi tubuh abu-abu. Bulu biak: bulu ekor tengah jantan lebih memanjang.
Iris kuning tua pucat, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahjambuan, kaki merah jambu.

Dijumpai di kawasan pemukiman Kinahrejo, di hutan-hutan atas jarang terlihat.
  1. 27. Cipoh Kacat
Aegithina tiphia
Cipoh kacat

Berukuran kecil (14 cm), berwarna hijau dan kuning dengan dua garis putih mencolok pada sayap. Tubuh bagian atas hijau zaitun, sayap kehitaman, tetapi sisi bulu putih, lingkar mata kuning. Tubuh bagian bawah kuning. Ras-ras pada masing-masing pulau bervariasi warna hijaunya. Perbedaannya dengan Cipoh jantung yaitu kekang dan dada berwarna kuning.
Iris putih keabu-abuan, paruh hitam kebiruan, kaki hitam kebiruan.
Teramati di Jalur Ndeles Klaten dan parkiran Turgo, merupakan jenis yang lebih sering berada di dekat pemukiman
  1. 28. Ciung batu kecil
Myophoneus glaucinus
Ciung batu kecil
Burung cacing berukuran 25 cm, paruh hitam dan tidak berkelip. Jantan berwarna biru tua seluruhnya, lebih suran dan hitam di bawah; betina lebih suram. Bulu tidak berkelip. Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat tua.

Berada di kawasan yang gelap dengan pohon-pohon besar, melompat-lompat sampai ke tanah. Teramati sedang memangsa kadal di Plawangan. Pengamat burung pemula sering salah identifikasi dengan Ciung Mungkal Jawa karena gambar dan deskripsi yang mirip di buku panduan Mackinon. Pernah tercatat di Kinahrejo, Telogo putri, telogo Nirmolo, Plawangan dan Ganduman

  1. 29. Cucak Gunung
Pycnonotus bimaculatus
Cucak gunung

Burung dengan ukuran sedang 20 cm, berwarna coklat dan putih. Tungging kuning, kekang dan bintik jingga yang khas di atas mata. Tubuh bagian atas coklat zaitun, tenggorokan dan dada atas coklat kehitaman. Dada bawah berbintik coklat dan putih, Perut putih atau suram. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Tersebar cukup luas di lereng selatan, teramati juga di Ndeles Klaten. Di lereng selatan tercatat di Turgo, Plawangan, Alas tekek, Ganduman, Telogo putri dan telogo nirmolo. Menyukai vegetasi yang rimbun dan heterogen.
  1. 30. Cucak Kutilang
Pycnonotus aurigaster
Cucak Kutilang
Berukuran sedang (20 cm), bertopi hitam dengan tunggir keputih-putihan dan tungging jingga kuning. Dagu dan kepala atas hitam. Kerah, tunggir, dada dan perut putih. Sayap hitam, ekor coklat.
Iris merah, paruh dan kaki hitam.
Burung yang banyak sekali terdapat di Merapi, seluruh ketinggian di lereng selatan dan dekat pemukiman, tercatat juga di Ndeles Klaten. Yang menarik adalah meskipun burung ini melimpah, catatan sarang di Merapi tidak pernah ada.
Jingjing batu
Berukuran kecil (15 cm), berwarna hitam dan putih. Pada Jantan bagian atas hitam dengan tunggir dan sisi bulu ekor terluar putih, bagian bawah putih. Betina mirip Jantan, tetapi warna hitam diganti dengan warna coklat. Perbedaan dengan Jingjing bukit yaitu tidak ada garis putih pada sayap, dengan Sepah Padang yaitu bagian atas berwarna gelap dan tunggir putih, dengan Kapasan Kemiri dan Sikatan Belang yaitu tidak adanya alis putih.
Burung yang sering terlihat berpasangan jantan betina ini tidak begitu banyak di Merapi. Sering bergabung dalam rombongan Kacamata, Cikrak dan Sikatan. Pernah terpantau di Plawangan, Turgo, Telogo Putri dan Alas tekek.
32. Kedasi australia
Chrysococcyx basalis
Kedasi Australia
Berukuran kecil (15 cm), berwarna perunggu kehijauan. Mirip Kedasi laut dan Kedasi Gould. Perbedaannya : alis putih, ada bercak coklat pada telinga dan lingkaran mata abu-abu yang tampak jelas, bulu ekor luar coklat kemerahan pada pangkalnya, tubuh bagian bawah bergaris-garis hanya pada dada dan sisi perut.
Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu.
Tidak banyak catatan tentang burung ini di Merapi, pernah dilaporkan di Alas tekek, Kinahrejo dan Pakem. Dijumpai soliter bergabung dengan rombongan burung kutilang di Kinahrejo. catatan rombongan burung ini di Pakem 2009.
33. Merbah cerukcuk
Pycnonotus goiavier
Merbah Cerukcuk
Berukuran sedang (20 cm), berwarna coklat dan putih dengan tungir kuning khas. Mahkota coklat gelap, alis putih, kekang hitam. Tubuh bagian atas coklat. Tenggorokan, dada, dan perut putih dengan coretan coklat pucat pada sisi lambung.
Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu merah jambu.
Secara umum persebaran ketinggiannya lebih rendah di banding Cucak Kutilang, lebih sering mendekati pemukiman. Tercatat di Turgo, Kaliurang, Telogo Nirmolo, Telogo Putri, Kinahrejo dan Klangon serta Ndeles
34. Munguk Loreng
Sitta azurea
munguk loreng
Berukuran kecil (13 cm), berwarna biru dan putih. Mahkota dan tengkuk dan sisi kepala hitam, punggung, sayap dan ekor biru mengilap terlihat hitam di tempat yang agak gelap; tenggorokan dan dada putih. Perut dan tungging hitam (Sumatera dan Jawa Barat), atau hitam biru (Jawa timur). Iris putih, paruh putih, kaki abu-abu biru.
Sangat jarang, hanya ada catatan tahun 2004, seekor teramati di kawasan Goa Jepang Plawangan.
35. Munguk Beledu
Sitta frontalis
munguk beledu
Burung kecil berukuran 12 cm, berwarna-warni dengan paruh merah. Dahi hitam seperti beludru; tengkuk, punggung, dan ekor berwarna ungu dengan bercak biru terang pada bulu primer.
Jantan memiliki alis hitam, tubuh bagian bawah kemerah-merahan dengan dagu berwarna keputih-putihan.
Iris kuning atau coklat; paruh merah; kaki coklat kemerahan.
Bergerombol sampai puluhan, merayap di pohon-pohon pinus dan puspa Kinahrejo, lalu di Plawangan dan Ganduman
36. Paruh-kodok jawa
Batrachostomus javensis
Paruh Kodok Jawa
Berukuran agak kecil (25 cm), berwarna gelap. Jantan : keabu-abuan dan berbintik-bintik. Betina :coklat merah bata dengan kepala dan mulut sangat besar. dilingkari rambut-rambut panjang. Berkas telinga panjang khas.
Iris kuning, paruh atas coklat dan bawah keabu-abuan, kaki coklat.
Hanya sekali tercatat di Merapi dengan dokumentasi foto di kawasan Taman Telogo Nirmolo tahun 2003. Tidak pernah teramati lagi sampai 2009
37. Perenjak Coklat
Prinia polychroa
perenjak coklat
Berukuran agak besar (15 cm), bercoret coklat dengan ekor panjang. Tubuh bagian atas coklat, sedikit bercoret atau berbintik. Ekor coklat dengan ujung putih kecil, alis mata keputih-putihan tidak mencolok. Tubuh bagian bawah kuning tua, lebih putih pada kerongkongan, dada abu-abu, sisi tubuh dan paha coklat. Dibandingkan dengan Perenjak Padi, punggung berwarna lebih tua dan bercoretan banyak.
Iris coklat kemerahan, paruh atas coklat, paruh bawah berwarna pucat, kaki keputih-putihan
Sering dijumpai di kawasan Kinahrejo dan Kalikuning (watu kemloso). Berkelompok mengeluarkan suara keras namun cukup sensitif dengan kehadiran pengamat burung.
38. Perenjak Jawa
Prinia familiaris
Perenjak jawa
Berukuran agak besar (13 cm), berwarna zaitun. Ekor panjang, dengan garis sayap putih khas serta ujung hitam putih. Tubuh bagian atas coklat-zaitun, tenggorokan dan dada tengah putih; sisi dada dan sisi tubuh abu-abu, perut dan tungging kuning pucat.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah kekuningan, kaki merah jambu.
Hidup di kawasan rerumputan yang subur dan lebih sering di dekat pemukiman. Di Merapi sering teramati di Kinahrejo.
39. Perling Kecil
Aplonis minor
perling kecil
Ukuran rata-rata 18 cm, sangat mirip dengan perling kumbang. Pengamat burung membedakannya dengan ekor yang terkesan lebih pendek dan kepala yang berkilap keunguan.
Kadang sampai ratusan di lereng selatan yaitu : Ganduman, Telogo putri dan Alas tekek. Berkelompok terbang dengan cepat lalu memakan bunga-bunga dadap.
40. Sepah Gunung
Pericrocotus miniatus
Sepah gunung
Burung berukuran sedang (19 cm), berwarna merah dan hitam dengan ekor panjang. Ciri-ciri betina adalah kombinasi kepala hitam, ekor sangat panjang dan tidak ada warna merah pada bulu sekunder. Betina cukup unik dengan warna bulu hitam dan merah seperti jantan, warna merah meliputi tenggorokan dagu dan dahi serta mantel berwarna kemerahan.Iris coklat, paruh hitam kaki hitam.
Merupakan jenis sepah yang umum dijumpai di lereng selatan. Bergerombol sampai puluhan ekor, memakan ulat-ulat kayu. Sangat jinak sering mencai makan bersama jenis-jenis lain yang sama-sama pemakan serangga seperti Cikrak, Kacamata, Srigunting, Cica daun dan Gelatik batu kelabu.
41. Sepah Hutan
Pericrocotus flameus
Sepah hutan
Burung berukuran 19 cm. Jantan; berwarna hitam kebiruan dengan dada, perut, tungging, sisi terluar bulu ekor dan bercak pada sayap merah. Betina; berwarn lebih abu-abu pada punggung, Warna merah digantikan oleh warna kuning yang melebar sampai tenggorokan, dagu, penutup telinga dan dahi.
Suara:
“kru-u-u-ti-tip” yang lembut atau “herr” yang berulang, dan “sigit-sigit-sigit” dengan nada tinggi
Sedikit sekali catatan di lereng selatan, pernah ditemui di Kinahrejo dan Bebeng.
42. Sepah kecil
Pericrocotus cinnamomeus
Sepah kecil
Deskripsi:
Berukuran kecil (15 cm), berwarna abu-abu, merah dan hitam. Perbedaannya dengan burung sepah lain adalah kepala dan mantel jantan abu-abu serta tubuh bagian bawah betina keputih-putihan dan lebih buram.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hitam.
Jarang di lereng selatan, banyak terdapat di daerah Argomulyo (lereng barat). Tahun 2004 pernah teramati di Bebeng.
43. Serindit Jawa
Loriculus pusillus
serindit jawa
Nuri berukuran sangat kecil (12 cm), berwarna hijau dengan tunggir merah. Tubuh bagian atas hijau terang. Tubuh bagian bawah hijau-kuning, tunggung dan penutup ekor merah membara, ada bercak kuning pada tenggorokan (betina dan burung muda: bercak jauh lebih kecil).
Iris dan paruh kuning, kaki jingga.
Burung paruh bengkok yang berukuran kecil ini terbang berpasangan atau berkelompok dengan cepat sambil mengeluarkan suara “sriit”. Teramati di kawasan Alas tekek, Bebeng dan Ganduman sedang memakan bunga dadap
44. Sikatan belang
Ficedula westermanni
Sikatan belang
Berukuran 11 cm, berwarna hitam dan puith(jantan) dan putij (betina). Jantan; alis, garis sayap, pinggir panggkal ekordan tubuh bagian bawah, tubuh bagian atas hitam. Betina; tubuh bagian atas coklat abu-abu, atubuh bagian bawah keputih-putihan, ekor merah karat. Burung muda; coklat berbitik kuning kecoklatan.
Iris coklat, paruh dan kaki hitam.
Sikatan belang biasa mencari makan secara berpasangan, tersebar luas di lereng selatan. Di Plawangan bersarang di celah-celah pohon pakis, lalu di Turgo di sebuah tempat yang gelap dengan vegetasi semak yang rapat. Merupakan jenis sikatan lokal yang jinak.
45. Sikatan biru-putih
Cyanoptila cyanomelana
Sikatan biru putih
Berukuran besar (17 cm), berwarna biru, hitam, dan putih (jantan) atau coklat dan putih (betina). Jantan: muka, tenggorokan, dan dada atas hitam; dada bawah, perut, dan penutup ekor putih, tubuh bagian atas biru mengkilap, ada bercak putih pada pangkal ekor. Betina: tubuh bagian atas cokla abu-abu, sayap dan ekor coklat; tenggorokan tengah dan perut putih. Iris coklat, paruh dan kaki hitam.
Jarang teramati oleh pengamat burung pemula, kemungkinan salah identifikasi dengan Sikatan Ninon. Teramati di Plawangan dan dekat Alas tekek.
46. Sikatan bubik
Muscicapa dauurica
Sikatan bubik
Berukuran kecil (12 cm), berwarna coklat keabu-abuan. Ras pengembara latirostris: tubuh bagian atas coklat abu-abu, tubuh bagian bawah keputih-putihan, sisi dada dan sisi tubuh abu-abu kecoklatan, lingkar mata putih. Penghuni Kalimantan ras umbrosa: lebih kecil dan lebih gelap, terutama pada kepala. Pengembara lain (bentuk Williamsoni): lebih coklat, tersapu warna karat pada tubuh bagian atas, sisi tubuh bercoret kuning tua, lingkar mata kuning tua. Iris coklat, paruh hitam dengan pangkal rahang bawah kuning, kaki hitam.
Sesekali teramati tengger sendirian dan jinak sekali, dapat didekati sampai jarak terdekat 1 meteran. Merupakan jenis migran hutan yang sering teramati di lereng selatan. Pernah tercatat di Telogo putri dan Plawangan serta Alas tekek. Kemungkinan salah identifikasi dengan sikatan betina dan sikatan sisi gelap.
47. Sikatan Kepala-abu
Culicicapa ceylonensis
sikatan kepala abu
Berukuran kecil (12 cm), khas dengan kepala dan dada keabu-abuan serta sedikit jambul. Tubuh bagian atas berwarna zaitun, tubuh bagian bawah kuning.
Iris coklat, paruh atas hitam, paruh bawah abu-abu, kaki coklat kekuningan.
Lebih jarang terlihat dibanding jenis lokal yang lain seperti Sikatan Belang dan Ninon. Menyukai vegetasi yang rapat didekat mata air. Teramati di Plawangan, Turgo, Ganduman dan Telogo putri
48. Sikatan Ninon
Eumias Indigo
sikatan ninon
Berukuran sedang (14 cm), berwarna biru-nila gelap (warna utama), paling gelap, nyaris hitam disekitar pangkal paruh.Dahi keputih-putihan meluas menjadi alis di atas mata. Dada bawah keabu-abuan berangsur-angsur berubah keputih-putihan pada perut. Tungging kuning tua (putih pada burung Jawa). Remaja: Dada dan tenggorokan berbercak merah jambu. Iris coklat-merah, paruh dan kaki hitam.
Merupakan jenis sikatan lokal yang paling sering ditemui di lereng selatan dari Turgo sampai kasawan Bebeng dan Ndeles. Pemakan serangga dan bunga-bunga dadap.
49. Sikatan sisi-gelap
Muscicapa sibirica
Sikatan sisi gelap
Berukuran kecil (13 cm), berwarna coklat jelaga dengan sisi gelap. Tubuh bagian atas ciklat jelaga, garis sayap kuning tua. Tubuh bagian bawah putih dengan sisi berbintik abu-abu jelaga, ada garis berbintik abu-abu melintang pada dada atas. Lingkar mata putih, setengah kerah putih mencolok, kumis bercoret-coret hitam. Remaja: berbercak putih pada wajah dan punggung. Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.
Sesekali tercatat oleh para pengamat burung yang sedang melakukan birdwatching di lereng selatan. Jenis migran ini beberapa kali ditemui sedang bertengger sendirian, dan kemungkinan salah identifikasi dengan Sikatan bubik.
50. Srigunting Batu
Dicrurus paradiseus
Srigunting batu
Berukuran besar (30 cm tanpa raket) berwarna hitam megkilap dengan bulu ekor terluar sangat panjang dan membentuk raket pada ujungnya. Raket melebar hanya di sisi sebelah luar dan berpilin. Dibedakan dari Srigunting bukit oleh ekornya yang menggarpu. Jambul yang hanya berupa perpanjangan bulu di mahkota burung dewasa tidak terlihat jelas di dalam hutan.
Iris merah, paruh hitam, kaki hitam.
Sangat sedikit catatannya di Merapi, pernah terlihat di sekitar Goa Jepang, Plawangan. Agaknya menyukai daerah rimbun di dekat mata air.
51. Srigunting Kelabu
Dicrurus leucophaeus
Srigunting kelabu
Berukuran sedang (29 cm), berwarna abu-abu denganekor panjang menggarpu dalam. Ras bervariasi dalam kepucatan warna. Ras Kalimantan Stigmatops mempunyai bercak keputih-putihan di sekitar mata. Iris jingga, paruh hitam abu-abu, kaki hitam.
Cukup sering terlihat di lereng selatan, pemakan serangga. Sering membuntuti sepah gunung dalam mencari serangga. Burung yang cukup berani dengan aksi penyerangan kepada burung-burung Elang. Terfoto di Turgo sedang menyerang Elang Jawa. Pernah teramati menyerang Elang Hitam di Gardu Pandang Sungai Boyong
52. Takur Tohtor
Megalaima armilliaris
Takur tohtor
Berukuran sedang (20 cm), seluruh bulu hijau, kecuali garis kuning jingga yang melintang pada dada, dahi kuning-jingga, dan mahkota bagian belakang biru. Kadang-kadang garis pada dada mengecil menjadi dua bercak bulat.
Iris coklat, paruh hitam, kaki biru.
Suara sering terdengar di kasawan lereng selatan. Teramati breeding di Alas tekek walaupun sarang akhirnya hilang tahun 2008. Memakan bunga-bunga akasia dan buah kecil berwarna biru.
53. Takur Tulungtumpuk
Megalaima javensis
Takur tulung tumpuk
Berukuran agak besar (26 cm), berwarna-warni. Bulu dewasa biasanya hijau polos. Mahkota kuning dan bintuk kuning di sekitar mata, tenggorokan merah. Ada bercak merah pada sisi dada dan kerah lebar hitam melewati dada atas dan sisi kepala sampai mata. Setrip hitam yang kedia melewati mata.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hijau-zaitun suram.
Catatan dan fotonya pernah dibuat di Alas tekek, bersarang pada lubang di pohon dadap. Sering sekali terdengar suaranya di Turgo, Plawangan, Ganduman dan Alas tekek. Teramati bertengger di ranting pohon di kawasan Taman telogo putri, Kaliurang.
54. Takur Ungkut-ungkut
Megalaima haemacephala
Takur ungkut ungkut
Berukuran kecil 915 cm), bermahkota merah. Ras-ras bervariasi. Dewasa dari Sumatera delica: mahkota dan dada merah; pipi, dan alis kuning, setrip hitam yang melewati mahkota memisahkan muka yang merah-kuning dengan tengkuk yang hijau kebiruan. Ras Jawa dan bali rosea: mahkota, alis, pipi, tenggorokan, dan dada atas merah padam. Punggung, sayap, dan ekor hijau kebiruan. Tubuh bagian bawah putih kotor, penuh dengan coretan hitam. Remaja: kepala tanpa warna merah dan hitam, berbercak kuning di bawah mata dan dagu.
Tidak pernah tercatat di lereng selatan, sekali teramati di Ndeles dalam survey burung BTNGM (Balai Taman Nasional Gunung Merapi) 2007.
55. Takur Bultok
Megalaima lineata
Berukuran agak besar 29 cm. Kepala pucat, becoret. Bulututama umumnya hujau, kecuali kepala dan leher coklar kekuningan pucat serta coretan putih pada kepala dan tubuh bagian bawah.
Sering terdengar suaranya di seluruh kawasan lereng selatan Merapi, termasuk Ndeles. Pernah teramati di Telogo Nirmolo, Telogo Putri (sisi barat) Ganduman, Plawangan, Alas tekek
56. Tekukur Biasa
Streptopelia chinensis
Tekukur biasa
Berukuran sedang (30 cm), berwarna coklat kemerahjambuan. Ekor tampak panjang. Buku ekor terluar memiliki tepi putih tebal. Bulu sayap lebih gelap daripada bulu tubuhm terdapat garis-garis hitam khas pada sisi-sisi leher (jelas terlihat), berbintik-bintik putih halus.
Iris jingga, paruh hitam, kaki merah.
Tersebar luas hampir di setiap ketinggian di lereng selatan. Berkelompok ataupun pasangan, mencari makan di rerumputan Kinahrejo dan di timur hutan Rasamala (timur Ganduman). Di Ndeles Klaten juga tercatat dalam survey 2007 oleh BTNGM (Balai Taman Nasional Gunung Merapi)
57. Tiong Emas
Gracula religiosa
Tiong emas
Berukuran besar (30 cm), berwarna hitam berkilau. Bercak sayap putih mencolok, pial kuning khas pada sisi kepala.
Iris coklat tua, paruh jingga, kaki kuning.
Kemungkinan pernah ada introduksi di Turgo, beberapa foto pernah diambil tahun 2007.
58. Tiong lampu biasa
Eurystomus orientalis
Tiong Lampu biasa
Berukuran sedang (30 cm), berwarna gelap. Paruh merah lebar (remaja: hitam). Warna bulu keseluruhan adalah abu-abu kebiruan gelap, kecuali kerongkongan bru terang. Sewaktu terbang, terlihat bercak bulat biru muda yang kontras di tengah sayap, sehingga jenis ini dikenal dengan “burung dollar” (nama Inggrisnya).
Iris coklat, paruh merah dengan ujung hitam, kaki merah-jingga.
Tahun 2005 teramati tengger di dekat Gardu Pandang Sungai Boyong. Sangat sedikit sekali catatan, kemungkinan jenis yang tercatat adalah jenis migran.
59. Uncal Buau
Macrophygia emiliana
Uncal buau
Burung berukuran sedang (30cm), berwarna coklat kemerahan. Ekor panjang, dada coklat agak keunguan, bergaris hitam yang tidak terlalu jelas. Jantan; leher dan dada merah jambu mengkilat. Betina; ada garis gelap pada mantel. Iris lingkaran dalam kebiruan dan lingkaran luar merah, paruh abu-abu-krem, kaki merah keunguan.
Jarang ditemui di lereng selatan, terlihat seperti kelebatan-kelebatan berwarna coklat kemerahan.
60. Uncal loreng
Macropygia unchall
Uncal Loreng
Berukuran besar (38 cm), berwarna coklat, berekor panjang. Punggung dan ekor bergaris hitam atau coklat. Kepala abu-abu dengan tengkuk hijau-biru mengkilap. Dada merah jambu, tetapi memutih pada perut bawah. Betina: tidak ada kilapan hijau. Garis-garis lebih tebal pada punggung dan garis-garis pada ekor membedakan burung ini dengan uncal lainnya. Iris kuning sampai coklat pucat, paruh hitam, kaki merah.
Terdengar dan teramati di Jalur Ndeles Klaten, Jarang ditemui di lereng selatan dan kemungkinan salah identifikasi dengan Uncal Buau
61. Walet linchi
Collocalia linchi
Walet linci
Berukuran kecil (10 cm). Tubuh bagian atas hitam kehijauan buram, tubuh bagian bawah abu-abu jelaga, perut keputih-putihan, ekor sedikit bertakik. Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam.
Selalu menduduki peringkat teratas dalam setiap survei kelimpahan relatif burung-burung di Merapi. Ditemukan hampir di semua tempat di lereng selatan dan Ndeles.
62. Walik kembang
Ptilinopus melanospila
Walik kembang
Berukuran sedang (27 cm), berwarna hijau. Jantan: kepala abu-abu perak, tengkuk hitam, kerongkongan berbercak kuning, bawah dada dan tubuh bagian atas hijau, bulu penutup ekor kuning-merah. Betina: seluruh tubuh hijau, kecuali bulu penutup ekor merah dan sisi-sisi bulu sayap dan perut bawah kuning. Iris kuning, paruh kuning kehijauan, kaki merah.
Sangat jarang terlihat, kemungkinan hasil introduksi. Pernah terlihat sekali di kawasan Taman Telogo Nirmolo.
63. Walik Kepala-ungu
Ptilonopus porphyreus
Walik kepala ungu
Burung dengan ukuran besar 29 cm, kepala merah jambu. Seluruh bagian kepala, leher dan kerongkongan merah jambu keunguan, dibatasi oleh pita putih bertepi hitam kehijauan pada dada. Tubuh bagian atas hijau, tubuh bagian bawah abu-abu dengan penutup ekor bagian bawah berwarna kuning.Betina; muka berwarna merah jambu buram, garis dada kurang jelas.
Tersebar cukup luas di lereng selatan, menyukai vegetasi rapat dengan pohon-pohon tenggerannya. Memakan buah-buahan kecil berwarna biru. Tercatat dijumpai di Turgo, Plawangan, Ganduman, Alas tekek dan daerah pos 1 Jalur Kinahrejo.
64. Wergan Jawa
Alcippe pyrrhoptera
Wergan jawa
Berukuran kecil (14 cm), berwarna coklat kemerahan. Tubuh bagian atas merah karat, terdapat sedikit warna keabu-abuan pada kepala. Tunggir dan penutup ekor atas merah karat; dagu dan tenggorokan putih abu-abu, tersapu kuning tua. Dada dan perut kuning tua, keputih-putihan pada bagian tengah, kuning kecoklatan pada sisi lambung dan penutup ekor bawah. Iris coklat, kaki coklat, paruh coklat.
Ditemukan di Turgo, Plawangan dan Ganduman, menyukai vegetasi yang rapat dan gelap. Bergerombol mencari makan bersama jenis-jenis lain seperti Cikrak Muda, Cikrak daun dan Kacamata Biasa.
65. Wiwik uncuing
Cacomantis sepulcralis
Wiwik uncuing
Berukuran kecil (23 cm), berwarna coklat keabu-abuan. Dewasa: kepala abu-abu, bagian punggung, sayap, dan ekor coklat keabu-abuan, tubuh bagian bawah merah karat. Mirip Wiwik abu-abu, tetapi lebih gelap. Remaja: punggung coklat terang, tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan garis-garis hitam yang cukup lebar dan jelas pada seluruh tubuhnya. Iris coklat, lingkar mata kuning, paruh hitam dengan bintik jingga, kaki abu-abu.
Cukup jarang terlihat dan terfoto, sering salah identifikasi karena suaranya yang sangat mirip dengan Wiwik Kelabu. Pernah terfoto di Alas tekek dengan ciri kacamata kuningnya. Pernah terdengar suara wiwik “tu..uu.” (nada meninggi) yang dicurigai sebagai jenis ini di kawasan Telogo putri-ganduman.
66. Kangkok Ranting
Cuculus saturates
kangkok ranting imm
Berukuran 26 cm, warna abu-abu dengan garis hitam lebar pada perut dan sisi perut. Jantan dan betina; perut dan tubuh bagian atas abu-abu ekor abu-abu kehitaman tidak bergaris, tubuh bagian bawah kuning tua bergaris hitam. Anak burung dan betina bentuk hepatik; tubuh bagian atas coklat kemerahan, bergaris hitam tebal, tubuh bagian bawah keputih-putihan, bergaris hitam sampai ke dagu.
Sering terdengar suara “ set gung gung” yang diyakini sebagai suara jenis ini di seluruh kawasan di lereng selatan Merapi. Perjumpaan dengan jenis ini sulit karena karakternya yang sangat sensitif dengan kehadiran pengamat burung. Beberapa kali dijumpai di kawasan sarang Elang hitam JBR2, Plawangan dan Kinahrejo. Teramati perilaku sebagai parasit sarang terhadap Cikrak daun di Kinahrejo (2008) dan terhadap Cikrak muda di Alas tekek (2009).
67. Sikep-madu Asia
Pernis ptilorhyncus
Sikep madu asia
Berukuran sedang (50 cm), berwarna hitam dengan jambul kecil. Warna sangat bervariasi dalam bentuk terang, normal, dan gelap dari dua ras yang berbeda yang masing-masing meniru jenis elang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis yang tidak teratur pada ekor. Semua bentuk mempunyai tnggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam,sering dengan garis hitam mesial. Ciri khas ketika terbang: kepala relatif kecil, leher agak panjang menyempit, ekor berpola.
Iris jingga, paruh abu-abu, kaki kuning, bulu berbentuk sisik (terlihat jelas pada jarak dekat).
Merupakan jenis raptor migran yang rutin bermunculan mulai agustus sampai April di Merapi. Semua pertemuan dengan jenis ini diasumsikan jenis migran karena belum pernah ditemukan sarangnya di kawasan Merapi.
68. Elang Jawa
Spizaetus bartelsi
Elang Jawa
Berukuran beasr (60 cm), dengan jambul menonjol. Dewasa: jambul, mahkota dan garis kumis hitam, bagian sisi kepala dan tengkuk coklat berangan. Punggung dan sayapnya coklat gelap, ekor cokalt bergaris-garis hitam, tenggorokan putih dengan setrip hitam di tengahnya. Bagian bawah yang lain keputih-putihan, bercoretan coklat gelap pada dada dan bergaris tebal coklat gelap pad perut. Burung muda: kepala dan bagian bawah kuning tua kemerahan. Terdapat burung dengan bulu peralihan antara muda dan dewasa.
Iris biru abu-abu (muda) dan kuning mas (dewasa), paruh kehitaman, sera gelap, kaki kuning, tungkai berbulu dan bergaris-garis melintang.
Merupakan jenis yang cukup spesial, menjadi primadona bahan penelitian dari tahun 1999 di Merapi. Jenis Elang yang paling banyak dilaporkan merampok ayam penduduk. Pertemuan dengan Elang ini terjadi di Turgo, Plawangan, Kaliurang, Ganduman dan Alas tekek. Sarang aktif pertama kali ditemukan Juni 2008 di Alas tekek.
69. Elang Hitam
Ictinaetus malayensis
Elang hitam
Berukuran besar (70 cm), berwarna hitam. Sayap dan ekor panjang, tampak sangat besar pada waktu terbang. Terdapat bercak berwarna pucat pada bagian pangkal bulu primer dan garis-garis samar pada ekor. Tetapi pada waktu terbang atau beristirahat, penampakan umum tubuh seluruhnya hitam. Remaja: berwarna pucat, dengan coretan kuning tua pucat pada bulu dan paha.
Iris coklat, paruh hitam dengan ujung abu-abu, sera dan kaki kuning.
Sering teramati di seluruh kawasan lereng selatan Merapi. Jenis Elang terbesar yang sangat dominan dan sering memangsa tikus. Paling banyak mengumpulkan catatan bersarang di Merapi dari 2002, 2004 sampai 2007.
70. Elang Ular bido
Spilornis cheela
Elang-ular Bido
Berukuran sedang (50 cm), berwarna gelap. Sayap sangat lebar membulat, ekor pendek. Dewasa: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh, dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Jambulnya pendek dan lebar, berwarna hitam dan putih. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pad pinggir belakang sayap. Ras Kalimantan berwarna lebih pucat dan coklat. Remaja: mirip dewasa, tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu.
Iris kuning, paruh coklat-abu-abu, kaki kuning
Dalam sensus raptor BKSDA 2004, tercatat 9 individu, sangat cerewet pada waktu terbang. Walaupun sering dijumpai, belum pernah ada catatan bersarang di Merapi. Perjumpaan dengan jenis ini terjadi di Plawangan, Turgo, Kaliurang, Ganduman Alas tekek, Kinahrejo, Bebeng dan Ndeles, Klaten.
71. Elang alap Nipon
Accipiter gularis
elang-alap nipon
Berukuran kecil 27 cm), sangat mirip elang-alap besra dan Elang-alap jambul, tetapi terlihat lebih kecil dan gesit. Jantan dewasa: tubuh bagian atas abu-abu, ekor abu-abu dengan beberapa garis melingkar gelap, dada dan perut merah karat pucat dengan setrip hitam sangat tipis di tengah dagu, setrip kumis tidak jelas. Betina: tubuh bagian atas coklat (bukan abu-abu), bagian bawah tanpa warna karat, bergaris-garis cokalt melintang rapat. Dada remaja: lebih banyak coretan daripada garis-garis melintang dan lebih merah karat.
Iris kuning samapi merah, paruh biru abu-abu dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning-hijau.
Jenis pendatang yang ramai pada bulan September-November. Terbang berkelompok puluhan sampai ratusan dengan arah barat-timur. Spring migration (Maret-April) juga teramati di gardu Pandang sungai boyong dan Turgo serta Plawangan
72. Elang alap Cina
Accipiter soloensis
Elang-alap Cina
Berukuran sedang (33 cm) tubuh bagian bawah berwarna sangat pucat. Warna dewasa, tubuh bagian atas abu-abu biru dengan ujung putih yang jarang pada bulu punggung dan garis-garis melintang samar pada bulu ekor terluar. Tubuh bagian bawah putih terdapat sapuan merah karat yang samar pada dada dan sisi tubuh dengan sedikit garis abu-abu pada paha. Sayap bawahnya sangat khas seluruhnya terlihat putih kecuali ujung bulu primer yang hitam. Remaja tubuh bagian atas coklat, tubuh bagian bawah putih terdapat garis-garis gelap pada ekor, coretan pada tenggorokan serta garis-garis pada dada dan paha. Paruh abu-abu dengan ujung hitam ,sera dan kaki jingga, iris merah atau coklat.
Jenis pendatang yang ramai pada bulan September-November. Terbang berkelompok puluhan sampai ratusan dengan arah barat-timur. Spring migration (Maret-April) juga teramati di gardu Pandang sungai boyong dan Turgo serta Plawangan
73. Elang Brontok
Spizaetus cirrhatus
elang-brontok2
Berukuran besar (70 cm), bertubuh ramping.
Sayap sangat lebar, ekor panjang berbentuk bulat, jambul sangat pendek.
Terdapat fase gelap, pucat, dan peralihan.
Fase gelap: seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang. Burung muda juga berwarna gelap.
Fase terang: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang, setrip mata dan kumis kehitaman.
Burung muda: tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan. Bentuk peralihan diantara fase tadi terutama terlihat pada pola warna coretan dan garis (tetapi lebih mirip bentuk terang): garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha, dan ekor bagian bawah.
Iris kuning sampai coklat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan.
Suara berupa pekikan panjang “kwip-kwip-kwip-kwip-kwiiah” meninggi atau “klii-liiuw” tajam
Jenis yang jarang sekali teramati, kemungkinan salah identifikasi dengan Sikep Madu asia dan Elang Jawa. Fase gelap sekali tercatat melintas di Gardu pandang sungai boyong 2004.
74. Kapinis Laut
Apus pacificus
Mudah dikenali, berukuran agak besar (18 cm0. ekor coklat buram, pajang, dan menggarpu. Dagu keputih-putihan, terdapat bercak putih pada tungging. Perbedaannya dengan Kapinis-jarum kecil: ukurannya lebih besar, warna lebih pucat, tenggorokan lebih gelap, sadel tunggir yang putih lebih sempit, bentuk langsing dan ekor menggarpu.
Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki keunguan.
Disebut-sebut sebagai penanda raptor migrant sudah datang. Terbang melintas dalam jumlah besar setiap September-November dengan jumlah sampai ratusan. Teramati di Turgo, Gardu pandang dan Plawangan.
75. Kapinis Jarum-asia
Hirundapus caudacutus
kapinis-jarum asia
19 cm. Walet yang sangat besar dengan kompinasi unik di tenggorokan dan ekor bawah putih, atau bagian bawahnya coklat tua. Bagian atas lebih gelap, tetapi punggung lebih pucat daripada kepala dan ekor. Bintik putih di atas skapular.
Jenis pendatang yang soliter, di Merapi sering dijumpai pada waktu musim migrasi di puncak bukit Turgo.

Kicau Burung Anis Kembang

Anis kembang ,Anis merah, Murai batu.

Kicau Burung Anis Kembang

Categories → Homepage → DA News → Software • → 0day Pack • kicau burung anis kembang search full download kicau burung anis kembang free from rapidshare.
News SoftWare → 0day → AntiSpyware → AntiVirus → System Tools → Suara kicau burung anis kembang Download Suara kicau burung anis kembang free full from.
News SoftWare → 0day → AntiSpyware → AntiVirus → System Tools → Suara kicau burung anis kembang Download Suara kicau burung anis kembang free full from.
download kicau burung anis kembang torrent search results download torrents from fulldlscom torrent" title="More details of The Gossip News 2: Paris Hilton Training.
News SoftWare → 0day → AntiSpyware → AntiVirus → System Tools → Suara kicau burung anis kembang Download Suara kicau burung anis kembang free full from.
download kicau burung anis kembang Full Download: 26 Mar 11: 1167 mb: 4828: 223 Blue Hot Gossip: The Gossip News 1Aikin To Be The Next Naruto?.
download kicau burung anis kembang Full Download: 19 Mar 11: 709 mb: 537: 242 The Gossip News 4: Anna Nichole Smith to be Buried Beside Elvis?.

Kicau Burung Anis Kembang

.

Ciblek

Ciblek atau sering disebut juga dengan prenjak adalah jenis burung kicauan dari suku Cisticolidae. Yang mana dalam bahasa Inggrisnya juga disebut winged prinia karena adanya dua garis putih pada setiap sayapnya. Sedangkan nama ilmiahnya disebut sebagai Prinia familiaris horsfield , dengan panjang berkisar 13 cm dan hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau zaitun. Tenggorokan dan dada putih diselingi warna kekuningan sekitar perut sampai sekitar dubur dengan variasi ekor yang berwarna hitam dan putih.
Dengan paruh panjang dan runcing kombinasi warna kehitaman bagian atas dan kekuningan bagian bawah serta kaki langsing yang berwarna coklat kemerahan. Burung dengan tipikal suara ramai dan lincah ini sangat gampang sekali kita temukan dialam terbuka karena populasinya yang memang masih lumayan banyak.
Dialam bebas biasanya ciblek akan memangsa berbagai jenis serangga ataupun ulat, dengan daerah buruannya dari permukaan tanah sampai tajuk pepohonan.
Ciblek merupakan jenis burung endemic yang penyebarannya secara terbatas meliputi wilayah Sumatra,Jawa dan Bali. Sifatnya yang mudah beradaptasi dan tidak takut pada kehidupan manusia menyebabkan populasi burung tersebut cukup tinggi pada bagian wilayah yang sesuai.
Dan seiring perkembangan minat para kicaumania, akhirnya ciblek juga menjadi salah satu idola yang banyak diminati oleh para kicaumania.

Colibri

Colibri yang sering dianggap sebagai penyebar kehidupan baru dan melambangkan kebangkitan bangsa asli Taino India pertama kali ditemukan dikepulauan Karibia. Sebagai species burung terkecil didunia dengan panjang sekitar 3 cm dan berat berkisar 1 ons , hummingbird dari keluarga Trochilidae ini diyakini penyebarannya sangat cepat meliputi Kuba,Brasil tengah,Argentina,Chili,Paraguay,Bolivia dan daerah America latin lainnya.
Dengan warna indah dari kepala sampai leher yang biru violet, punggung kuning kehijauan dengan perpaduan warna biru berkilauan, mata hitam dan paruh yang panjang pariatif untuk setiap negara.
Kebiasaan hidup dihutan tropis kering dan terbuka atau savana terbuka sangatlah cocok untuk hidup diiklim Indonesia.Dari hasil revolusi tersebut jugalah jenis burung tersebut bisa sampai ke Indonesia.
Makanan pokok dihabitatnya adalah madu murni yang didapat dari sari-sari bunga yang dihirupnya .
Colibri yang sudah gacor akan mengeluarkan suara yang ngeroll,nyaring dan cukup panjang yang bisa mempesona para penggemarnya.

Srindit


Burung srindit atau lebih dikenal dengan Loriculus pusillus termasuk jenis burung berukuran kecil ( sekitar 12 cm) dengan kombinasi warna hijau dan tunggir (ekor) merah serta iris dan paruh kuning, kaki jingga. Dentangan suara berdesir “srii-ii” pada saat terbang menjadi ciri utamanya. Umumnya jenis burung ini bisa ditemukan diseputaran daerah hutan hujan, dan dari permukaan laut sampai sekitar 2000 m,termasuk jenis burung yang suka nomaden (sering berpindah-pindah) dan mudah terlewatkan (tdk teramati). Burung ini dapat terbang cepat serta suka merayap dan merangkak pada dahan pohon dengan gaya yang lucu, sulit dilihat karena ukurannya yang kecil dan warna hijaunya.Kebiasan anehnya yaitu tidur bergantung dengan kepala di bawah sedangkan betina tampak sering membawa bahan sarang yang diselipkan di antara bulu-bulu tunggirnya.

Robin

Robin merupakan salah satu jenis burung yang asal muasalnya dari negeri China,dan memang merupakan jenis burung periang, lincah dan suka bernyanyi. Warna bulunya yang menarik perpaduan hijau dan abu-abu, dengan sedikit warna merah di bagian sayap membuat kombinasi tersebut menjadi salah satu daya tari para kicaumania untuk bisa memilikinya.Disamping paruh merahnya yang semakin menambah daya tarik penampilan fisiknya .
Ocehannya yang merdu merupakan salah satu cara untuk membedakan antara yang jantan dan betina. Ocehan jantan bervariasi, sedangkan betina hanya mempunyai satu nada. Pengamatan jenis kelamin secara fisik sulit dilakukan, karena hampir tidak ada perbedaan postur dan warna bulu.
Di habitat aslinya, robin termasuk burung yang hidup berkoloni, termasuk juga saat mencari makanan. Biasanya induk jantan dan betina akan membuat sarang di semak-semak yang rimbun, dengan mengumpulkan berbagai jenis dedaunan kering
Masa berkembangbiakannya biasannya terjadi di musim kemarau. Induk jantan dan betina bergantian mengerami telur-telurnya. Begitu juga saat meloloh piyik yang baru menetas.
Memelihara burung robin relatif sangat mudah. Dengan pakan utamanya adalah voer serta serangga dan kroto bisa diberikan beberapa hari sekali disamping jenis buah-buahan lainnya.
Karena panjang tubuhnya hanya sekitar 7 cm, tidak diperlukan sangkar besar untuk memelihara robin. Biasanya sangkar persegi berukuran 25 x 30 cm2 sudah memadai. Bisa juga menggunakan sangkar bulat dengan ukuran hampir sama.
Karena populasinnya yang semakin langka, maka tak heran jika jenis burung inipun mengalami kenaikan harga yang lumayan drastis.

Blacktroat


Burung blacktroat merupakan jenis lain dari burung pemakan biji-bijian dan juga sayuran. Jenis biji-bijian yang utama sebagi menu pokoknya meliputi kenari sheed,biji sawi,lobak,milet putih, otek bangkok ataupun niger sheed.

Disamping itu kita bisa juga memberikan rebusan telur gemak ataupun telur ayam serta kroto segar yang sangat kaya akan kandungan protein hewani.

Jenis burung ini apabila kita dapatkan dari anakan akan sangat mudah sekali menirukan suara jenis burung-burung lainnya disamping tetap mempertahankan suara aslinya.

Memaster dengan pas adalah salah satu kunci keberhasilan kita mempersiapkan burung ini untuk ajang lomba selain pemilihan bakalan yang utama.

Adapun master yang baik untuk jenis burung ini meliputi meliputi jalak uren, lovebird,prenjak, cibek serta kalau bisa juga dengan jenis edel-zanger untuk melatih kecepatan speednya.

Branjangan


Branjangan yang dalam bahasa latinnya sering disebutkan dengan Mirafra......, tergantung dari negara mana asalnya merupakan satu lagi jenis burung master yang sangat disukai oleh para kicau mania. Kisaran harga juga sudah bisa dibilang beda dengan burung -burung master lainnya.

Banyaknya peminat BR itu dikarenakan adanya beberapa faktor seperti : keindahan bulu yang bermotif batik, mudah perawatannya,termasuk jenis burung yang populasinya terbatas, suaranya cukup mengkristal sehingga terkadang bisa lumayan membuat bising dan yang terpenting merupakan salah satu jenis master andal untuk burung aduan.

Manyar kepala kuning


Manyar merupakan tipikal burung yang hidupnya berkoloni. Dalam satu populasi burung manyar kita akan bisa menemukan sampai ribuan ekor burung manyar.

Ciri khas manyar kepala kuning yaitu adanya warna kuning dibagian kepala atas burung tersebut yang meskipun disaat muda warnanya aga masih kurang merata.

Biji-bijian merupakan menu pakan utamanya dan biasanya koloni burung manyar hidup direrimbunan pohon kelapa ataupun pepohonan bambu.

Selain sebagai burung hiasan,manyar merupakan salah satu jenis burung master yang banyak disukai oleh para kicaumania.

burung manyar kembang

posted by api | under : search
gelatik jawa, perenjak rawa, burung cabe gunung burung manyar kembang,Anthreptes malacensis, Plain-throated Sunbird , Burung ... Manyar Jambul: Prinia-familiaris, Bar-winged Prinia, ... Walik Kembang: Pycnonotus-atriceps, Black-headed Bulbul,... Glass by Pramoedya Ananta Toer, Burung-Burung Rantau by Y.B. Mangunwijaya, 9 dari Nadira by Leila S. Chudori, Burung-Burung Manyar ... Kembang Kertas (Paperback) by Kurniasih ...Burung-burung manyar as a whole can be read as a perang kembang ... //eprints.utas.edu.au/1193/1/Reading_Matters.pdf. KEBESARAN ALLAH DI SEGENAP PENJURU ALAM... Burung Anis Kembang ebook downloads (268 pdf documents) including beda anis kembang, hubungan burung liar flu burung dan deforestasi, rangkuman novel burung burung manyar ...Sebelum Manyar Berumah Tangga. Di setiap bulan Februari sampai Juni/Juli ... 2 months ago: Kini kita kehilangan pesona dunia: Harum kembang, suara burung, warna fajar ...
FREE Suara Burung Anis Kembang ebook downloads (576 pdf documents) including beda anis kembang, birds burung burung word canary crow eagle kingfis, ...Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. ... Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan ...dijual cepat burung anis kembang 2 ekor kondisi burung mulus sehat udah bunyi ngriwik ... Dijual Burung Manyar Kembang Sudah Jadi Hub 081330435075 ( Jl raya ...2.Manyar Kembang,burung gacor tp agak keras. Hrga : 100.000. Lokasi sidoarjo,pantau ... Manyar bisa kirim ke jakarta gk om?sy g pengen ni. Purwo Balas 28 ...manyar kembang Koleksi Trucukan, Ciblek, Prenjak, Pelatuk, Manyar dan Gereja ... nih koleksi teranyar ane manyar kembang nih burung berasal dari malang, usia gak ...

Melatih Burung Dara Balap dari Piyik

Rabu, 09 Februari 2011 burung dara, budidaya burung dara, mempersiapkan lomba burung dara
Cara Merawat Burung Dara Piyik, cara memperlakukan Burung Dara dari kecil smapai besar siap untuk Lomba, Burung jika dilatih dari kecil pastinya akan bagus pada waktu besarnya, ada juga Video pada waktu kecil piyik di beri makan oleh indukan burung Dara. begini cara melatih Burung Dara Dari Piyik hingga Siap Balapan.
Latihan :
Dibagi menjadi 3 bagian.
Latihan awal (piyik), latihan intermediate, dan latih tahap akhir (mempersiapkan lomba).

Untuk latih piyik, point terpenting adalah :
- Pengenalan seragam dan geberan
- Pengenalan dan adaptasi suasana lapangan
- Latihan terbang lurus langsung start melejit menuju geberan
- Latihan mendarat/tembak dgn tepat pada geberan.
Latihan piyik dilakukan berulang2 dari jarak sangat dekat dan sedikit2 ditambah jarak sampai piyik benar2 hapal seragam, adaptasi lapangan, terbang dgn lurus dan mendarat dgn tepat. Dilakukan 2-4 giringan dgn target jarak = max. 200mtr dalam 3-4 giringan.

Usahakan jangan digandeng atau 'tersambar' burung lain. Geber dgn cara jongkok, geberan di tatak ditanah, tepat di depan joki.
ownload Master Prenjak untuk menjadikan burung Prenjak peliharaan Anda tambah Dahsyat dalam Lomba, Download Kicau Prejak di KBN Kicau Burung Nusantara. Silahkan jadikan Burung Prenjak Anda Lebih Handal dalam berkicau dan bertarung. Download juga Video Kicau Prenjak Nusantara. Di Blog ini langsung bisa disaksikan Video Prenjak dari Kicau Burung Nusantara.


Tag : Download Master Burung Prenjak, Cara Berternak Download Master Burung Prenjak, Kicau Download Master Burung Prenjak, Makanan Penunjang Download Master Burung Prenjak, Download Download Master Burung Prenjak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar